Sejarah Terjadi Terbentuknya Planet Bumi

I Smail Zone -
Sеjаrаh Tеrjаdі Tеrbеntuknуа Plаnеt Bumі - Bumі ialah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup , bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi , materi-materi material pembentuk bumi , dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berlainan-beda , mulai dari daratan , lautan , pegunungan , perbukitan , danau , lembah , dan sebagainya. Bumі selaku salah satu planet yang termasuk dalam metode tata surya di alam semesta ini tidak membisu seperti apa yang kita perkirakan selama ini , melainkan bumi melaksanakan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat metode tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air bahari. Oleh alasannya itu , proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita.

Banyak ilmuwan yang percaya bahwa Bumi terbentuk serentak dengan terbentuknya Tata Surya. Umur Bumi diperkirakan sekitar 4 ,5 Milyar tahun , watu tertua yang pernah didapatkan berusia 4 ,3 milyard tahun.

Sejarah Terjadi Terbentuknya Planet Bumi
Plаnеt Bumі
Sistim Tata surya kita berasal dari spiral awan nebula (awan gas dan debu batuan dan metalik) yang sungguh besar. Matahari terbentuk dari kepingan tengah awan nebula. Pada saat awan ini berputar mengelilingi Matahari , awan ini secara perlahan  menjadi rata. Beberapa pecahan dari awan ini berputar mirip pusaran arus.

Gas dan debu yang berada di sekeliling pusaran ini ikut bergabung. Kumpulan dari gas dan debu ini semakin tumbuh besar dengan menawan aneka macam partikel-partikel yang berada di dekatnya. Secara lambat laun kumpulan aneka macam partikel yang berputar ini membentuk planet-planet yang mengelilingi Matahari.

Salah satu teori menyebutkan bahwa Bumi pada awalnya berupa gas kemudian berubah menjadi cairan dan jadinya menjadi lebih masbodoh sehingga kerak Bumi ( kulit luar ) menjadi padat mengeras. Banyak ilmuwan yang mendukung teori bahwa awan Nebula yang membentuk Tata Surya kita berasal dari ledakan sebuah bintang.

Bumi yang terbentuk berbentukmateri padat tanpa air dan dikelilingi awan gas. Radiasi aneka macam material dan meningkatnya tekanan di dalam Bumi secara bertahap menciptakan panas yang sanggup mencairkan penggalan dalam Bumi. Berbagai material berat seperti besi menjadi karam , sedangkan material ringan mirip Silika ( batuan yang terdiri dari silikon dan oksigen ) muncul ke permukaan Bumi dan membentuk lapisan keras kulit Bumi yang pertama.

Panasnya perut Bumi juga menyebabkan zat-zat kimia di dalam Bumi muncul ke permukaan. Beberapa zat kimia membentuk air , dan ada juga yang menjadi gas-gas yang membentuk atmosfere. Selama lebih dari jutaan tahun secara perlahan-lahan air terkumpul di tempat-tempat yang rendah dan membentuk lautan. Daratan berkembang di Bumi , air hujan dan sungai melarutkan garam dan berbagai subtansi dalam batuan dan membawanya ke lautan , sehingga membuat lautan menjadi asin.

Atmosfere awal Bumi mungkin terdiri dari hidrogen , helium , metan , dan amonia sama mirip atmosfere Jupiter saat ini. Barangkali sebagian besar berisikan karbon dioksida mirip atmosfer Venus saat ini.

Selama sekitar satu milyar tahun yang pertama Bumi tak mengandung kehidupan. Kemudian beberapa unsur kimia bergabung di atmosfer dan memperoleh energinya dari sumber-sumber seperti petir , menghasilkan asam amino dan asam nukleat , yakni bahan pembangun molekul semua mahluk hidup.

Bumi pada mulanya mengandung sedikit sekali oksigen. Oksigen di Bumi terutama berasal dari tanaman-tanaman yang menggunakan karbon dioksida untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen. Dengan kian banyaknya tumbuhan yang terbentuk di Bumi  maka jumlah oksigen menjadi semakin banyak.

Pada awalnya cuma terbentuk satu benua besar yang disebut Pangaea dan dikelilingi satu samudera Panthalassa. Sekitar 200 juta tahun yang kemudian benua ini terbelah menjadi dua yakni Gondwanaland dan Laurasia. Gondwanaland kemudian terbelah membentuk benua afrika ,  antartika , australia , Amerika Selatan , dan sub benua India. Sedangkan Laurasia terbelah menjadi Eurasia dan Amerika Utara. Pada saat benua ini terbelah-belah beberapa samudera baru timbul di sela-selanya. Diperlukan waktu berjuta-juta tahun untuk membentuk posisi daratan yang mirip kini ini.

Bumi terdiri dari beberapa lapisan , lapisan luar Bumi disebut Lithosphere dan berisikan 30 lapisan. Masing-masing lapisan berisikan potongan yang keras dan mantel kepingan atas , lapisan keras ini bergerak di atas suatu lapisan kerikil yang sangat panas di dalam lapisan mantel yang disebut asthenosphere. Pada dikala lapisan-lapisan ini bergerak mereka juga menenteng benua-benua dan lantai dasar samudera bergerak bersamanya.

Lapisan-lapisan Bumi ini bergerak dengan tiga cara; pertama saling menjauh , kedua saling mendekat dan ketiga saling melewati. Jika lapisan Bumi bergerak saling menjauh di suatu tempat , maka mereka niscaya bergerak saling mendekat di tempat yang lain.

Bila dua buah Lapisan saling bertubrukan maka salah satu lapisan akan terangkat dan membentuk pegunungan. Pegunungan Himalaya dengan puncak Gunung Everestnya mulai terbentuk 60 juta tahun yang kemudian , sewaktu lapisan Bumi yang mengangkut India bertabrakan dengan lapisan Bumi yang  mengangkut Eurasia.

Ketika bertabrakan salah satu lapisan mungkin stress ke bawah ke dalam mantel di bawah lapisan yang lain , membentuk sebuah jurang yang sangat dalam di dasar samudera. Panas di dalam perut Bumi mencairkan material-material dan mencari jalan keluar ke permukaan Bumi membentuk Gunung Berapi.

Kira-kira 250 juta tahun yang kemudian sebagian besar kerak benua di Bumi merupakan satu massa daratan yang dikenal selaku Pangea. Kemudian , kira-kira dua ratus juta tahun yang kemudian selama Periode Trias , Pangea terpecah menjadi dua benua besar yakni Laurasia , yang kini berisikan Amеrіkа Utara , Eropa , sebagian Asia Tengah dan Asia Timur; dan Gondwana yang berisikan Amenka Selatan , Afrika India , Auѕtrаlіа dan cuilan Asia yang lain. Bagian-pecahan dan dua benua besar ini kemudian terpecah-pecah , hanyut dan bertubrukan dengan belahan lain.

Interpretasi yang modern didasar kan pada distribusi aneka macam pecahan yang disebut "terranes" , yang memiliki sejarah geologi yang berlainan. Untuk memilih letak Jawa dan Bali dengan tepat pada peta Pangea hampir tidak mungkin. Pertama , karena penanggalan terhadap batuan sangat sedikit. Kedua alasannya mungkin bentuk jawa tidak ada sebelum Kala Miosen , dan Bali barangkali gres timbul di atas permukaan bahari kira-kira tiga juta tahun yang lalu.

Kira-kira 250 km ke arah selatan jawa dan Bali adalah Palung jawa yang sungguh dalam. Di pecahan selatan palung ini merupakan pecahan dan suatu dangkalan yang dikenal selaku Dangkalan Indo-Australia , yang terbentuk di pecahan dalam samudera di sebelah selatan India dan Australia , dan membentuk pecahan antara Antartika dan Australia.

Pergerakan dangkalan ini ke arah utara terus berlangsung hingga sekarang dengan laju 6 cm/tahun. Pergerakan ini mendesak Dangkalan Sunda dimana Asia Tenggara berada , dan selama berjuta-juta tahun daya yang dihasilkan oleh gerakan ini melipat lapisan-lapisan sedimen tua membentuk gugusan pegunungan.

Dangkalan Indo-Australia masuk ke bawah Dangkalan Sunda di sepanjang Palung Jawa , dan selip mendadak yang adakala terjadi akibat goresan antara dua dangkalan ini menimbulkan gempa bumi , sedangkan panas yang dihasilkan dari goresan dua dangkalan ini membentuk kantung-kantung batuan yang mencair di bawah tekanan tinggi. Kantung-kantung ini dapat bocor ke permukaan dan membentuk gunung berapi.

Walaupun batuan vulkanik cukup dominan , daerah sedimentasi juga cukup luas. Luas utama penggalan utara dan selatan sedimen moderen yang berasal dari erosi gunung-gunung gres mengendap di atas sedimen bau tanah yang terangkat ke atas karena gerakan yang dahsyat di bawah batuan yang meleleh.

Namun tidak semua batuan sedimen merupakan hasil pengikisan , alasannya adalah terdapat daerah kerikil kapur yang berasal dari suatu masa sewaktu organisme pembentuk terumbu karang tumbuh subur yang kemudian terangkat ke atas. Misalnya tempat perbukitan kapur di Padalarang Bandung.

Seluruh dataran aluvial di belahan utara Jawa telah terbentuk dalam waktu 8.000 tahun terakhir , yakni sewaktu permukaan bahari turun 5-6 m. Dataran ini terbentuk , sebagian sebab kipas-kipas aluvial dari limpahan gunung berapi dan sebagian alasannya adalah dataran pasca-Pliosen yang terangkat ke atas. Proses-proses ini terus berjalan hingga kini.

Referensi:
http://freelander09.wordpress.com/2010/09/07/sejarah-pembentukan-bumi/
http://efendybloger.blogspot.com/2012/04/awal-mula-terbentuknya-bumi.html
Seluruh informasi yang tersajikan di situs web kami (I Smail Zone) diterbitkan dengan tujuan sebatas sebagai informasi umum. Kami tidak menjamin tentang kelengkapan, keandalan, dan keakuratan pada setiap informasi yang kami terbitkan melalui tulisan-tulisan di dalam situs web kami.
Melalui situs kami, Anda dapat mengunjungi tautan eksternal. Meskipun kami berusaha untuk hanya menyertakan tautan berkualitas tinggi ke situs lain yang bermanfaat dan etis, kami tidak memiliki kendali penuh atas konten dan sifat situs yang kami tautkan. Baca Selengkapnya: https://ismail-zone.blogspot.com/p/blog-page_7.html.
Sumber Artikel: http://pandri-16.blogspot.com
Previous Post